Surabaya – Husna Fateen Sanjaya, seorang siswa RA Al-Janah yang berlokasi di Jl. Sememi Jaya, berhasil mencuri perhatian dengan semangat belajarnya yang luar biasa. Meskipun masih belum lancar membaca, Husna tetap merasa sangat senang saat menerima rapor sekolah. Kebahagiaan ini terlihat dari senyumnya yang ceria, memperlihatkan betapa antusiasnya dia dalam menempuh pendidikan di usia dini.
Dalam kesehariannya di RA Al-Janah, Husna dikenal sebagai anak yang ceria dan aktif. Salah satu hal yang selalu diingat oleh Husna adalah nasehat dari ustazahnya di sekolah: untuk selalu belajar dan berdoa dalam setiap aktivitas. Nasehat sederhana ini menjadi pegangan bagi Husna, baik di sekolah maupun di rumah, dan membantunya membangun kebiasaan positif sejak dini.
Menurut ibunda Husna, aktivitas belajar di rumah juga menjadi momen penting bagi anaknya. Husna sering mengisi waktu luangnya dengan menggambar dan bernyanyi. Aktivitas kreatif ini tidak hanya menjadi bentuk hiburan bagi Husna, tetapi juga bagian dari cara orang tuanya mendukung perkembangan mental dan emosionalnya. “Kami ingin Husna bisa belajar sambil bermain dengan cara yang menyenangkan,” ujar ibunya.
Mengurangi Ketergantungan pada Gawai
Salah satu tantangan yang dihadapi oleh banyak orang tua saat ini adalah bagaimana mengurangi ketergantungan anak pada penggunaan gawai. Hal ini juga menjadi perhatian keluarga Husna. Ibunya berinisiatif untuk menciptakan berbagai aktivitas yang menarik agar Husna tidak terlalu sering bermain handphone.
“Kami selalu mencoba berinovasi untuk menyediakan kegiatan yang dapat menarik minat Husna. Dengan menggambar dan bernyanyi, dia tidak hanya terhindar dari gawai, tetapi juga bisa mengembangkan kreativitasnya,” tambah ibunya.
Selain itu, sang ibu juga memastikan bahwa aktivitas-aktivitas ini tetap mendukung proses belajar Husna. Misalnya, melalui menggambar, Husna diajak untuk mengenal warna, bentuk, dan angka, sementara melalui bernyanyi, dia belajar kosa kata baru dan melatih kemampuan bicara. Kedua aktivitas ini ternyata sangat disukai oleh Husna.
Dukungan Orang Tua yang Tak Pernah Padam
Peran orang tua memang sangat penting dalam mendukung pendidikan anak di usia dini. Hal ini sangat disadari oleh keluarga Husna. Mereka berusaha untuk selalu hadir dan terlibat dalam aktivitas belajar Husna. Sang ayah, misalnya, kerap membantu Husna dengan membacakan cerita sebelum tidur, sedangkan ibunya lebih sering mendampingi saat menggambar atau menyanyi.
Keterlibatan aktif ini menjadi bentuk dukungan emosional yang sangat berharga bagi Husna. Dia merasa bahwa apa yang dilakukannya selalu mendapat perhatian dari orang tua, sehingga semakin termotivasi untuk belajar dan mencoba hal-hal baru. “Ketika Husna berhasil menyelesaikan satu gambar atau menghafal lagu baru, kami selalu memberinya pujian. Itu membuatnya sangat bahagia,” kata ibunya.
Pentingnya Pendidikan di Usia Dini
Kisah Husna menjadi salah satu contoh betapa pentingnya pendidikan di usia dini. Melalui pendidikan yang didukung oleh sekolah dan keluarga, anak-anak seperti Husna tidak hanya belajar membaca dan menulis, tetapi juga belajar tentang nilai-nilai kehidupan, seperti kedisiplinan, kreativitas, dan doa.
RA Al-Janah sendiri memiliki peran besar dalam membentuk karakter Husna. Lingkungan sekolah yang ramah dan para ustazah yang penuh kasih membuat Husna merasa nyaman dan bersemangat untuk belajar. “Kami sangat berterima kasih kepada para ustazah di RA Al-Janah. Mereka selalu memberikan motivasi kepada Husna untuk terus belajar dan berdoa,” ucap ibunda Husna.
Harapan untuk Masa Depan
Melalui berbagai upaya yang dilakukan oleh sekolah dan keluarga, Husna diharapkan dapat terus berkembang menjadi anak yang cerdas, kreatif, dan religius. Orang tua Husna percaya bahwa kebiasaan positif yang dibangun sejak dini akan memberikan dampak besar bagi masa depan anaknya.
“Kami hanya ingin Husna tumbuh menjadi pribadi yang baik, selalu semangat belajar, dan mampu menghadapi tantangan di masa depan,” tutur ibunya dengan penuh harapan.
Semangat belajar dan dukungan dari keluarga serta sekolah menjadi kombinasi yang sempurna untuk mendukung perkembangan anak-anak seperti Husna. Kisah ini menjadi inspirasi bagi banyak orang tua lainnya untuk selalu mendampingi dan mendukung anak-anak mereka, sehingga mereka dapat tumbuh menjadi generasi yang berprestasi dan berakhlak mulia.


Comments
Post a Comment