Skip to main content

Karya Akhir Siswa Prodistik SMAN 1 Karas Magetan Mendapat Apresiasi Tinggi dari ITS

Magetan, 15 Januari 2025 - Siswa-siswi SMAN 1 Karas Magetan yang tergabung dalam Program Terapan Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (PRODISTIK) berhasil mencuri perhatian dengan karya akhir mereka. Karya-karya tersebut diuji oleh pengelola PRODISTIK dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Prof. Dr. Vita Ratnasari, M.Si.

Prof. Vita sangat mengapresiasi capaian siswa-siswi tersebut yang berhasil menciptakan produk TIK yang mampu menyelesaikan berbagai permasalahan di lingkungan dan masyarakat. "Karya-karya ini menunjukkan pemahaman yang mendalam dan kreativitas tinggi dalam memanfaatkan teknologi untuk kebaikan bersama," ujar Prof. Vita.

Program PRODISTIK di SMAN 1 Karas Magetan telah berjalan selama beberapa tahun dan bertujuan untuk mengembangkan keterampilan TIK siswa sejak dini. Program ini menggunakan model Sistem Kredit Semester (SKS) dan dilaksanakan bersama antara sekolah sebagai mitra dengan ITS sebagai fasilitator. Melalui program ini, siswa-siswi diajarkan berbagai keterampilan di bidang TIK, mulai dari pemrograman, desain grafis, hingga pengembangan aplikasi.

Pada acara uji karya akhir yang berlangsung di aula SMAN 1 Karas, para siswa mempresentasikan hasil karya mereka di hadapan Prof. Vita dan Dr. Hozairi dan para guru. Karya-karya yang dipresentasikan meliputi berbagai aplikasi dan perangkat lunak yang dirancang untuk menyelesaikan masalah nyata di lingkungan sekitar. Salah satu karya yang mendapat perhatian khusus adalah aplikasi pengelolaan sampah berbasis komunitas yang dirancang untuk membantu masyarakat dalam mengelola sampah secara lebih efektif dan ramah lingkungan.

Selain itu, ada juga aplikasi kesehatan yang dirancang untuk memantau kondisi kesehatan warga lanjut usia di desa-desa sekitar. Aplikasi ini memungkinkan keluarga dan tenaga medis untuk memantau kondisi kesehatan lansia secara real-time, sehingga dapat memberikan penanganan yang cepat dan tepat jika diperlukan.

Prof. Vita juga memuji kemampuan personal speaking siswa-siswi SMAN 1 Karas dalam mempresentasikan karya akhir mereka. "Presentasi mereka sangat profesional, layaknya mahasiswa. Ini menunjukkan bahwa mereka tidak hanya menguasai aspek teknis, tetapi juga memiliki kemampuan komunikasi yang baik," tambahnya. Kemampuan ini sangat penting dalam dunia kerja, di mana komunikasi yang efektif sering kali menjadi kunci keberhasilan.

Para siswa mengaku sangat senang dan bangga dengan apresiasi yang diberikan oleh Prof. Vita. Mereka merasa bahwa kerja keras mereka selama ini terbayar dengan pengakuan tersebut. "Kami sangat berterima kasih kepada Prof. Vita dan seluruh tim PRODISTIK ITS yang telah memberikan bimbingan dan dukungan kepada kami. Kami akan terus berusaha untuk mengembangkan keterampilan kami dan menciptakan inovasi-inovasi baru yang bermanfaat bagi masyarakat," ujar salah satu siswa.

Kepala Sekolah SMAN 1 Karas, Asmaul Kusnah, M.Pd., juga menyampaikan rasa bangganya terhadap prestasi siswa-siswinya. "Kami sangat bangga dengan pencapaian siswa-siswi kami. Program PRODISTIK telah memberikan dampak yang sangat positif bagi mereka, baik dalam hal keterampilan teknis maupun soft skills. Kami berharap program ini dapat terus berjalan dan memberikan manfaat yang lebih besar lagi di masa depan," ujarnya.

Program PRODISTIK sendiri merupakan salah satu upaya ITS untuk mendukung pengembangan pendidikan di Indonesia, khususnya di bidang TIK. Dengan adanya program ini, diharapkan siswa-siswi di berbagai daerah dapat memiliki akses yang lebih baik terhadap pendidikan TIK yang berkualitas. ITS juga berharap dapat melahirkan generasi muda yang siap menghadapi tantangan di era digital dan mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

Dengan adanya apresiasi ini, diharapkan siswa-siswi SMAN 1 Karas semakin termotivasi untuk terus berkarya dan berinovasi. Mereka diharapkan dapat menjadi contoh bagi siswa-siswi lain di seluruh Indonesia untuk terus belajar dan mengembangkan diri di bidang TIK. "Kami berharap karya-karya ini dapat menginspirasi siswa-siswi lain untuk terus berinovasi dan memberikan solusi bagi permasalahan di lingkungan mereka," tutup Prof. Vita.

Comments

Popular posts from this blog

PMM UIM Bekali Mahasiswa dengan Keterampilan Wirausaha dan Digital secara Intensif untuk Mewujudkan Kemandirian Ekonomi Masyarakat

  PAMEKASAN, 9 Agustus 2025 – Program Pemberdayaan Masyarakat Oleh Masyarakat (PMM) Universitas Islam Madura (UIM) sukses menyelenggarakan workshop pembekalan Mahasiswa secara intensif selama dua hari, dari 8-9 Agustus 2025. Diikuti oleh 30 mahasiswa terpilih dari Program Studi Teknik Informatika (TI) dan Sistem Informasi (SI), kegiatan ini bertujuan membekali mereka dengan keterampilan praktis di bidang kewirausahaan dan digital sebelum terjun ke masyarakat. Selama 3 bulan atau minimal 144 Jam Kerja Efektif Mahasiswa (JKEM) mahasiswa akan mendampingi mitra PMM di desa Kaduara Barat, Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan yaitu Remaja Masjid dan Karang Taruna. Acara yang diberi tajuk "Pemberdayaan Remaja Melalui Pelatihan Entrepreneur Skill dan Digital Skill untuk Penciptaan Lapangan Kerja dan Kemandirian Ekonomi" ini diawali dengan pembukaan oleh Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UIM, Bapak Iswahyudi, M.Si. Dalam sambutannya, Bapak Iswahyudi s...

Husna Faten Sanjaya Juara 2 Lomba Mewarnai Tingkat RA

Surabaya, 17 Januari 2025. Alhamdulillah, kabar gembira datang dari RA Al Jannah. Husna Faten Sanjaya, siswa berusia 5 tahun, berhasil meraih juara 2 dalam lomba mewarnai tingkat sekolah. Pengumuman ini disampaikan langsung di sekolah, membawa kebanggaan tersendiri bagi keluarga dan teman-temannya. Faten, begitu ia akrab disapa, menunjukkan bakat luar biasa dalam seni mewarnai. Dengan ketekunan dan kreativitasnya, ia berhasil mengalahkan banyak peserta lain yang juga memiliki kemampuan yang luar biasa. Prestasi ini tentu saja tidak lepas dari dukungan penuh dari orang tua dan guru-gurunya di RA Al Jannah. Perjalanan Menuju Juara Perjalanan Faten menuju juara 2 tidaklah mudah. Ia harus melalui berbagai tahap seleksi dan penilaian yang ketat. Setiap karya yang dihasilkan dinilai berdasarkan kriteria tertentu seperti kreativitas, kerapihan, dan penggunaan warna. Faten berhasil memenuhi semua kriteria tersebut dengan sangat baik. Menurut ibu Faten, anaknya memang sangat menyukai kegiatan ...